Resep Jajanan Murah Meriah Enak dan Sederhana

Yang Hobby makan, Hobby masak, atau Hobby makan sambil masak, aku ada tips nih bikin jajanan sederhana ala aku sendiri. 😂

Tadi siang aku iseng-iseng main di dapur sambil mengkreasikan bahan-bahan yang ada di kulkas, yah jadilah jajanan asal-asalan. Tapi dijamin rasanya nggak ngasal kok.

Selain rasanya yang ngga ngasal, jajanan ini juga dijamin sehat karena berbahan utama singkong yang kaya protein dan rendah lemak. Ngga percaya? Cek aja google… 😁

Yuklah langsung aja kita simak…

Resep jajanan murah meriah enak dan sederhana

Bahan:

  • Singkong
  • Kelapa
  • Ragi (Yang biasa dipakai buat pengembang donat)
  • Gula pasir
  • Garam
  • Mentega
  • Minyak goreng

Isian:

  • Gula Aren
  • Bubuk kacang hijau

Cara membuat:

  • Parut Singkong dan Kelapa, campur kedua bahan, dan aduk hingga tercampur sempurna.
  • Tambahkan 1/2 sendok garam, 100 gram gula pasir,1/2 ragi, dan mentega.
  • Aduk sampai semuanya tercampur.
  • Kumpulkan adonan dalam baskom dan diamkan beberapa menit.
  • Untuk isiannya, campur bubuk kacang hijau dan gula aren.
  • Tambahkan air secukupnya.
  • Masak campuran tersebut di atas kompor sambil tetap diaduk.
  • Angkat setelah adonan mengental.
  • Setelah itu bentuk adonan singkong tadi seperti bola, lubangi tengahnya, masukkan isian yang sudah dibuat, kreasikan bentuk sesuka hati.
  • Panaskan minyak, goreng hingga bewarna keemasan.
  • Untuk hasil yang lebih sempurna, tambahkan topping sesuai selera.
  • Jajanan ala-ala siapkan untuk disajikan.

Resep jajanan murah meriah enak dan sederhana

Nahhh… Gimana? Gampang kan cara bikinnya.

Yuk, mari kita main di dapur sambil mengasah kemampuan untuk siap-siap menyambut calon suami agar rumah tangga semakin asik, seru, dan sakinah. 😂

Advertisements

Raodatul Islami, Selamat Ulang Tahun

Dear Sahabatku: Raodatul Islami

Barakallah Fii Umrik…

Rasanya baru kemarin ya kita berlarian di bawah hujan sambil berhanyut-hanyutan di genangan air. Tertawa lepas tanpa beban, merentangkan tangan di udara, melompat tinggi-tinggi, dan bernyanyi riang.

Aku rindu masa dimana kita masih menjadi mahluk polos yang tidak tahu-menahu soal cinta. Ahh aku sangat rindu.

Rindu bermain boneka kertas, bermain bola bekel dengan kerang, rindu bermain rumah-rumahan tanah dengan batu-batu kecil sebagai orangnya, rindu bermain petak umpet bareng teman-teman sebaya. Rindu… benar-benar rindu.

Bahagia saat kecil itu sederhana, sangat sederhana hanya dengan meniup gelembung udara, bermain lompat karet, dan main kejar-kejaran sampai sore.

Kawan, apakah kau juga rindu masa itu? Ahh, aku yakin kamu pasti merasakan hal yang sama, bukan? Atau memang aku saja yang sering merindukan masa kecilku dulu.

Rasanya aneh ya, padahal baru kemarin kita berasakan masa itu, sekarang kita sudah tumbuh dewasa. Rasanya baru kemarin kita menangis hanya karena nggak dikasih uang jajan, sekarang malah menangis karena diputusin pacar. Benar-benar terasa aneh.

Yah, masa kecil memang menyenangkan, namun kedewasaan selalu menunggu di depan sana. Lagipula dewasa tidak buruk juga, ya walaupun tak semenyenangkan masa kanak-kanak.

Hey, dulu kita sama-sama punya mimpi? Bagaimana? Kamu berhasil mewujudkannya bukan? Menjadi Apoteker impian kamu sejak dulu. Sekarang kamu benar-benar mewujudkannya. Kamu benar-benar hebat.

Kawan… Sekali lagi aku ucapkan selamat, karena kamu telah mencapai umur kedewasaanmu. Aku benar-benar bangga bisa tumbuh bersama-sama, berhubung usia kita hanya terpaut satu hari saja. 😁 Aku senang karena sampai saat ini kita masih bersahabat. Semoga sampai seterusnya kita akan tetap menjadi sahabat.

Lahirnya kita, hari dimana kita bertemu, hari dimana kita menemukan kecocokan dan memutuskan menjadi sahabat.

Sumber gambar : Google

Kawan…

Dengan melihat lagi moment-moment kecil yang telah kita lalui, akan menjadi moment yang istimewa, hidup kita dibentuk dari momen-momen kecil itu, momen kecil namun pengaruhnya akan bertahan seumur hidup. Terima kasih karena telah menjadi sahabat terbaik! Happy Birthday. Semoga kebahagiaan selalu menyertaimu.

(Lombok, 24 Agustus 2018)

Video di bawah ini hanya pemanis.

(Empty)

Sudah dua bulan lebih aku tak menulis, semenjak aku masuk kuliah dan mulai tinggal di kos-kosan lagi. Aku sangat sibuk dengan tugas-tugas kuliahku, hingga aku tak sempat untuk menulis. Padahal aku sudah berjanji agar tetap menulis apapun yang terjadi. Sebenarnya aku tak sesibuk itu, cuman aku saja yang malas membuka file ini kembali. Rasanya aku ingin bermain-main saja dari kemarin.
Dan malam ini, aku kembali membuka file ini dengan harapan bisa menghasilkan sepenggal kisah harianku. Di bawah sinar lampu Vision LED bermerk Philips ini, aku membaca kembali kisah yang pernah ku tulis sebelumnya. Aku terdorong untuk melanjutkan kisah-kisah harianku yang sudah banyak terlewat tanpa mendokumentasikannya menjadi sebuah tulisan. Aku agak sedikit menyesal karena meninggalkan Hobby menulisku. Sebenarnya akhir-akhir ini, aku sering diserang dengan perasaan tak menentu. Perasaan yang entah apa itu. Perasaan yang membuat aku seperti mayat hidup. Begadang tiap malam. Siang hari rasanya ingin tidur terus-menerus, karena dengan begitu aku bisa menghilangkan perasaan yang tak mengenakkan itu. Aku sangat berharap, saat bangun nanti keadaan akan normal seperti sedia kala, tapi sulit memang mengembalikan kondisiku yang sudah terlanjur diserang perasaan semacam ini. Jika aku ditanya “Kenapa?” akupun tidak tau jawabannya. Yang jelas, ini bukan perasaan cinta atau rasa rindu, bukan. Perasaan ini tak terlihat. Kosong, Hampa. Ahh, aku bingung bagaimana menjelaskan. Mungkin sebagian orang pernah merasakan perasaan semacam ini. Perasaan di mana aku ingin menyerah, rasanya langit tak lagi berwarna biru. Perasaan di mana aku merasa gak ada yang bener di hidup ini, dan semua itu sia-sia.
Aku tahu, ini sifatnya sementara, aku hanya butuh waktu untuk sendiri. Saat ini aku belum ingin berjuang. Biarkan perasaan ini datang.

Aku akan akui, kalau aku lelah dengan kehidupan dan tak ingin terus mengatakan aku baik-baik saja. :))

100 Fakta tentang aku

100 fakta tentang aku, Ernakurnia5.

Silakan dibaca, nggak dibaca ya nggak apa-apa.

.

.

Oke deh, lansung aja!

.

.

.

.

1. Memiliki 2 nama panggilan

2. Erna/Na buat teman-teman aku

3. Ena panggilan di rumah, biasanya Ibu aku nih yang suka manggil gitu

4. Berjenis kelamin perempuan

5. Tinggi badan 152 cm

6. Pernah dibilang bocah SMP sama orang.

7. Suka makan pedas

8. Nggak suka makan makanan yang keasinan/hambar.

9. Sering dipanggil Naruto. Kenapa?

10. Karena suka One piece.

11. Seneng warna biru karena suka langit.

12. Benci sama tikus. (semenjak diterror).

13. Kalau ketemu tikus pengen ku obok-obok, dibanting, dibantai, dibakar, dicincang, terakhir kasih makan ayam.

14. Ayamku pemakan segala, dikasi daging manusiapun mereka mau. Lebih sadis dari ikan piranha.

15. Suka kucing.

16. Suka mungutin anak kucing dan dibawa ke rumah.

17. Walau akhirnya dibuang sama Ayah/minggat sendiri.

18. Dihari-hari tertentu aku suka begadang bahkan nggak tidur sampai pagi.

19. Ngapain?

20. Nyari Ide buat cerita (walau nggak ketemu-ketemu), ngetik cerita (walau cuman separagraf), main game, baca cerita, chatingan, main gitar, ngelamun nggak jelas sambil jagain tikus.

21. Sering dapat ide cerita kalau lagi di wc, giliran mau diketik malah lupa.

22. Nggak suka senyum, makanya sering dibilang jutek.

23. Kata ibu aku udah punya Muka datar dari lahir.

24. Sering dikira lagi marah, padahal nggak marah.

25. Nggak suka dibilang sombong.

26. Nggak suka dibilang cantik/jelek. (mending nggak usah bilang apa-apa)

27. Moody-an tingkat Dewa, apalagi kalau lagi PMS.

29. Mempunyai sedikit teman di Dunia nyata.

30. Kenapa?

31. Karena katanya aku cuek, jutek, pendiam, sombong, angkuh.

32. Mempunyai banyak teman di Dunia maya, walau akhirnya mereka semua hilang satu persatu.

33. Punya anak 2D

34. Suka bicara sendiri.

35. Suka sendirian.

36. Kesepian tapi nggak mau kelihatan gitu.

37. Nggak dendam.

38. Nggak suka dicuekin, tapi suka nyuekin. Ingin selalu diperhatiin. 😶

39. Pengen jadi penulis misterius.

40. Jadinya nggak pernah pakai foto sendiri di sosmed.

41. Waktu SMP bercita-cita jadi Astronot.

42. Baru pas naik kelas 3 SMP pindah cita-cita jadi penulis. Gara-gara baca Novel Diculik Ufo.

43. Waktu SMA nambah cita-cita jadi Arsitek.

44. Tapi nggak mungkin karena aku bodoh Matematika.

45. Pernah kepikiran jadi perancang baju.

46. Bisa menjahit, Apalagi menjahit hati yang retak. Tapi kali ini aku gagal menjahit hati itu, karena hati yang retak gak bisa dijahit, tapi dilem. 😦

47. Suka menggambar.

48. Kalau lagi gabut, suka bikin jilbab dadakan. Karena orang tua memang buka usaha Jahit. Buat seragam dan lain-lain.

49. Pagi-pagi suka nonton Sepongebob dan Saund the Sheep.

50. Pernah dibilang sakit jiwa oleh tetangga gara-gara nonton sepongebob, Lansung masang muka Squidward.

51. Lemot.

52. Lola (loading lama)

53. Cepat lupa.

54. Cepat bosan.

55. Sering stress.

56. Sering merasa jenuh.

57. Suka lari-lari dari kenyataan.

58. Suka berimajinasi kayak sepongebob.

59. Nggak suka sama orang yang nggak suka aku.

60. Nggak suka dibentak, dihujat, dicaci.

61. Paling nggak suka kebelet pipis pas lagi nonton film.

62. Suka nyanyi walau kenyataanya suara jelek.

63. Punya akun smule. (Id: Erna_kurnia188) kalau nggak salah.

64. Punya Line (Id: ernaaa_nanana). Dan Ig: Ernakurnia5

65. Suka hujan.

66. Punya mantan walau nggak banyak.

67. Suka baca cerita Humor. Suka ngelawak tapi nggak lucu.

68. Suka horror.

69. Dulu suka begadang tiap malam jumat demi nonton [masih] Dunia lain.

70. Pernah ketemu hantu pas pulang tadarusan. Waktu itu jam 11 lebih. Hantunya berebentuk Anjing namun sangat besar, berwarna hitam, ekornya pendek, moncongnya panjang, tulang-tulangnya menonjol. Menurut cerita itu namanya Selak/leak. Pas aku lihat Selaknya kayak ngelirik gitu, aku langsung balik lagi ke masjid.

71.. Aku Sadis dan Egois.

72. Suka jepang.

73. Anime lovers.

74. Nggak suka K-Pop.

75. Penulis di Wattpad tapi nggak laku.

76. Udah bikin tiga judul cerita tapi kuhapus.

77. Suka numpuk cerita. Cerita satu belum kelar udah bikin cerita baru.

78. Mempunyai 41 follower.

79. Sering nendang lemari kalau kesal.

80. Punya 4 kakak. 3 laki-laki, satu perempuan.

81. Aku anak bungsu.

82. Suka marah-marah sama ponakan, karena mereka jahil.

83. Kalau punya uang suka borong buku.

84. Pernah minjem buku di Pusda tapi nggak pernah dibalikin sampe sekarang. (Dosa nggak ya?)

85. Suka ketawa sendiri. Bukan karena gila, tapi sering bayangin kejadian-kejadian lucu yang pernah dialamin.

86. Pernah ikut karate sampai sabuk kuning.

87. Kado terindah. Novel satu kardus.

88. Suka seni. Bukan air seni.

89. Ingin jadi manusia multitalenta.

90. Pernah buat lagu, tapi lupa nadanya.

91. Pengin beli Piano. Pernah punya tapi diambil paman -_- emang miliknya paman sih. (ishhh Erna ngaku-ngaku).

92. Sering dikatain Aneh.

93. Suka diem di kamar.

94. Males keluar.

95. Suka ngelamun.

96. Sering malu-maluin.

97. Pernah jatuh di depan orang banyak.

98. Suka curhat di buku.

99. Mencintai satu lelaki.

100. Aku Rindu Dia.

Nah, Itulah 100 fakta tentang aku yang tak berfaedah buat dibaca. Jadi, ada pertanyaan? Nggak usah nanya deh.😅

Tikus Jadi-jadian? Auuu!!!

Animasi Tikus 1

Gangguan tikus tiap malam membuatku gila. Menurutku tikus itu bukan tikus biasa, karena tikus tersebut berbeda dengan tikus kebanyakan. Dimana setiap jam 2/3 pagi seperti sudah terjadwal, dia datang membawa kekesalan. Mulai dari menggigit jariku, berjalan di wajahku, yang pastinya membuatku terbangun dan terjaga sampai matahari terbit.

Dan alasanku berkata tikus itu bukan tikus biasa karena suatu kejadian aneh pernah terjadi beberapa waktu yang lalu. Waktu itu, untuk pertama kalinya aku mengunci kamar saat tidur dan menaruh kuncinya di bawah bantalku.

Saat itu pukul 00 sekian, aku masih terjaga, aku masih setia memainkan ponselku. Memainkah game entah aku lupa itu game apa waktu itu. Sesekali membuka chat yang masuk lalu kembali ke permainanku. Begitu seterusnya, sampai aku lupa waktu. Sungguh kerjaan yang Unfaedah.

Saat melihat jam, sudah pukul 01 sekian, jadi aku memutuskan untuk tidur, lagipula batrai ponselku sudah berada di ambang kematian.

Sebelum tidur aku men-charger ponselku dan menaruhnya di meja kecil di atas tempat tidurku. Akupun tertidur dengan pulasnya.

Dan seperti biasa, setiap jam 03 pagi, tikus itu menggangguku, dia mencoba menggigit jari telunjukku. Tapi untungnya aku segera sadar. Kalau tidak mungkin aku sudah demam berminggu-minggu.

Kali ini aku memilih untuk nyuekin si tikus. Aku sedang malas main kejar-kejaran dengannya. Aku tak ingin begadang gara-gara tikus itu lagi. Karena beberapa malam terakhir aku kurang tidur. Penyebabnya tak lain adalah tikus sialan kurang ajar yang suka cari perhatian ke aku. Dasar tikus jones.

Jadi aku memutuskan untuk tidur lagi dengan menelungkupkan seluruh badanku dengan selimut yang kubuat seperti kantung tidur. Kali ini tikus itu tak bisa menggigitku, karena seluruh badan dan wajaku tertutup. Sekalipun tikus itu berjalan-jalan di kakiku, aku hanya perlu menendangnya. Yang aku khawatirkan saat diganggu adalah gigitan tikus itu. Jadi menurutku sekarang aku tak perlu khawatir tikus itu akan menggigit. Akupun kembali tidur dengan pulas.

Sampai keesokan harinya, aku terbangun karena ibuku menggedor pintu menyuruhku bangun sholat subuh, jujur waktu itu aku masih sangat ngantuk. Aku bangun dan meraih ponselku. Namun ada yang aneh dengan ponsel tersebut. Ponselku dalam keadaan mati karena kehabisan batrai. Ternyata semalaman ponsel itu tidak di-charger. Padahal jelas-jelas aku mencoloknya tadi malam.

Yang jadi pertanyaanku, siapa yang mencabutnya?

Masa iya sih kerjaan tikus?

Bagaimana cara dia mencabut kabel itu dari hapeku? Padahal itu sangat keras, jujur akupun sering kesusahan mencabutnya. Oh iya, yang aku maksudkan ini adalah kabel yang menancap di ponsel, bukan yang terhubung di colokan listriknya. Kalau itu mah aku percaya kalau tikus yang melakukannya. Dan anehnya lagi, ponsel itu masih berada di atas meja. Kalau seandainya kerjaan tikus, pasti ponsel itu sudah gak berada di tempatnya alias jatuh. Sekalipun jatuh, charger-nya pasti gak akan copot karena ku tahu itu sangat keras.

Gak mungkin juga ibu yang melakukannya, karena pintunya kan terkunci. Aku mencoba membuka pintu kamarku, siapa tau memang ada yang membukanya. Tapi memang benar masih terkunci. Aku kebingungan saat itu, aku berpikir keras, siapa yang mencabutnya? Memikirkannya membutku stress. Otakku yang memang udah oon ini malah jadi tambah oon gara-gara itu. Selain itu aku juga kesal karena niatku melanjutkan gameku semalam tertunda gara-gara batrai ponselku tak terisi.

Aku menceritakan kejadian itu kepada kedua sahabatku karena masalahnya mereka pernah menjadi korban tikus itu saat mereka menginap di rumahku. Mereka menginap di rumahku selama dua malam dan selama itu mereka tak pernah tidur dengan tenang karena gangguan tikus itu. Jari telunjuk salah satu temanku juga cedera gara-gara gigitan tikus. Mereka jadi kapok menginap di rumahku lagi.

Waktu itu aku menceritakan kejadian itu lewat pesan WhatsApp. Mereka menyuruhku supaya berhati-hati karena boleh jadi tikus itu adalah tikus siluman. Haha, ada-ada saja temanku itu.

Tikus itu sekarang menjadi tranding topic di grup WhatsApp ku. Dan menurutku tikus itu viral karena pernah ku ceritain di story WhatsApp ku. Teman-temanku yang lain sering menanyakan perkembangan tikus itu. Pertanyaan mereka beragam. Ada yang sekedar nanya Tikusnya belum mati? Masih sering diganggu ya sama tikus itu? Udah pernah digigit? Tikusnya udah nelan korban berapa? Tikusnya besar ngga? Bahkan ada yang memberikanku video tutorial cara membuat jembakan tikus. padahal aku tidak pernah meminta. Unchh… mereka sangat peduli. 😂

Tikus itu pernah cuti selama 4 malam nggak gangguin aku. Iya sih, dia nggak gangguin aku tapi beralih menganggu orang tuaku. Jari ayahku sampai digigit olehnya. Benar-benar tikus kurang ajar.

Tikus itu beralih menganggu orang tuaku Karena saat tidur aku biarkan lampuku menyala. Mungkin tikus itu mengira aku masih bangun makanya dia nggak pernah mampir ke kamarku. Jadi trikku berhasil.

Namun semakin sering aku melakukan trik itu akan membuatku lemas dan cepat lelah. Karena aku tak terbiasa tidur dengan lampu menyala. Jadi malam kelima tepatnya kemarin malam tanggal 4 Februari aku tak lagi tidur dengan lampu dinyalakan. Dan aku berpikir tikus itu nggak bakal ngangguin aku lagi.

Namun, seperti biasa sekitar pukul 3 pagi aku terbangun karena ada yang ganggu. Lagi dan lagi tikus itu datang, mengembalikan kekesalanku. Aku buru-buru menyalakan lampu dan terjaga sampai aku menulis cerita ini. Sial.

(*0*)”

Menikmati Hobi_Berimajinasi

Aku berada di puncak kegelisahan. Tanganku dingin, jantungku berdetak makin cepat. Air hujan semakin deras dicampur angin yang menerpa wajahku. Sekuat tenaga aku berpegangan di pinggang temanku. Waktu itu, aku berada di perjalanan menuju rumah kakakku. Aku dibonceng oleh Ayu. Ayu sedari tadi menjalankan mesin motornya dengan kecepatan tinggi. Aku tak pernah melihat Ayu seagresif ini, dia melakukan itu demi menghindari hujan. Namun percuma, hujan yang berusaha kami hindari mulai membasahi pakaian kami. Justru mautlah yang akan kami temukan jika Ayu masih saja menjalankan motornya di tengah hujan deras ini.

Aku menginsyaratkan Ayu untuk memelankan laju motornya, karena percuma saja, toh kita sudah basah begini. Akhirnya Ayu menuruti kemauanku. Saat Ayu mulai memelankan laju motornya, aku melihat dua orang remaja berseragam sekolah SMA berteduh di Halte. Mereka berdua sibuk dengan ponsel masing-masing. Wajah mereka berduapun kelihatan masam. Mungkin mereka tidak terima dengan hujan yang menghambat perjalanan pulang mereka, atau mungkin ada hal lain yang membuat mereka kelihatan begitu. Berbagai kemungkinan itu terus menjelajahi otakku. Saat melihat dua orang tersebut Imajinasiku kemana-mana. Entah mengapa aku masih saja kepikiran dengan mereka. Aku bahkan membayangkan diriku menjadi salah satu di antara mereka. Kurang lebih begini cerita yang diciptakan oleh otakku saat itu:

Aku berjalan terburu-buru ke halte terdekat. Betapa kesalnya aku karena kejadian tadi, bisa-bisanya ada orang yang tega mendorong ku hingga aku terpeleset dan jatuh. Aku malu banget karena adegan jatuhku disaksikan oleh banyak orang, mana diantara mereka ada seseorang yang aku kagumi ikut menertawakanku. Uuuuuh, aku kesal. Waktu itu aku buru-buru pergi dari tempat itu dan memilih berjalan keluar kampus dan mendekati halte. Gerimis mulai turun.

Di Halte aku melihat seorang cowok duduk sambil memainkan Hp. Mungkin dia juga kuliah di sini. Wajahnya kelihatan BT sama seperti wajahku sekarang. Aku memilih tempat duduk jauh dari cowok tersebut, jika dia berada di ujung kiri aku berada di ujung kanan. Aku mengambil handphone ku dari dalam tas. Kemudian mulai terbang di media sosial. Membuka Instagram dan WhatsApps, aku membaca pesan-pesan yang belum sempat ku baca waktu di kelas tadi. Gerimis yang turun tadi kini digantikan dengan Hujan yang sangat deras.

Tiba-tiba seorang bapak-bapak setengah baya datang dari arah sebelah kananku. “Numpang berteduh ya adek-adek.” Kata bapak itu.

Aku hanya mengangguk menanggapi bapak-bapak tersebut. Aku masih sibuk dengan ponselku.

“Kuliah di sini ya, Dik?” Tanya bapak itu kepadaku.

Lagi-lagi aku menanggapi bapak itu dengan anggukan, rasanya malas sekali mengeluarkan suara, lagipula aku masih sangat BT.

“Ohiya, kok kalian belum pulang?” Bapak itu bertanya lagi.

“Gini pak, bapak sendiri kenapa nggak pulang dan malah diam di sini?” aku balik bertanya.

“Hahaha, Adik ini, gak lihat ya hujan deras. Malah nanya.”

“Nah sama, udah tau hujan malah nanya.” Aku cemberut.

“Hahahahaha.” Bapak itu malah tertawa, Tawanya khas bapak-bapak. “Adik ini ada-ada saja.” Lanjutnya sambil mengusap wajah.

Aku melirik cowok di sebelahku, sepertinya cowok itu tidak terlalu mempedulikan bapak tersebut.

“Kok duduknya berjauhan, lagi berantem ya?”

Oke, sekarang bapak di depanku ini mulai gak jelas. Daripada aku semakin BT, aku memilih tak menanggapi bapak tersebut.

“Oh iya, bapak duduk ya?” kata bapak itu lalu duduk di antara kami. Aku berusaha tak menghiraukan bapak tersebut dan terus sibuk dengan ponselku. Meskipun aku masih saja mendengar bapak itu berbicara. Kini arah bicaranya semakin gak jelas.

“Ada masalah apa sih, kok marah-marahan? Bapak lihat wajah kalian berdua sama-sama asam.”

Aku ngedumel dalam hati, semoga bapak kayak gini hanya ada satu di Dunia, hingga peluang ku untuk bertemu dengan bapak-bapak model gini tidak ada lagi.

“Dalam hubungan memang sering terjadi bertikaian, dan masing-masing kalian harus ada yang mengalah. Gak boleh nurutin ego masing-masing. Oh iya, kamu sebagai cowok haruslah mengalah duluan pada cewek.” Kata bapak itu sambil menyentuh pundak cowok di sampinya.

“Apa-apaan ini.” sepertinya cowok itu tidak terima disentuh oleh bapak itu.

“Sudahlah, janganlah kau marah-marah begitu. Kasian cewekmu.”

“Dengar ya, Pak! Gue gak kenal sama dia, dan bapak jangan ikut campur sama urusan orang!” kata cowok itu sambil menunjuk-nunjuk bapak itu.

Bapak itu mengusap dada. “Bapak hanya ingin membantu, Dik. Mungkin dengan menceritakan sedikit masalah kalian bapak bisa kasih solusi-solusi supaya hubungan kalian membaik.”

“Gue gak butuh solusi dari bapak. Dasar gila!” cowok itu beranjak pergi, dia tak perduli dengan hujan yang semakin deras.

Menyaksikan perdebatan singkat tadi membuatku semakin kesal dengan bapak tersebut. Aku memang tidak mengenal cowok tadi, aku bahkan baru pertama kali melihatnya. Tapi kenapa bapak ini besikap seolah-olah tau segalanya. Mengira aku dan dia adalah sepasang kekasih yang sedang bertengkar. Dan seolah-olah dia bisa memberikan solusi kepada semua orang yang sedang bermasalah. Tercyduk kau pak.

Aku masih tak bergerak dari tempat dudukku, apapun yang terjadi aku tak boleh meninggalkan tempat ini, karena hujan masih sangat deras.

“Eh, Dik. Cowok kamu itu keras kepala ya, kenapa sih mau pacaran sama dia.”

Oke, sekarang aku mulai meragukan kewarasan bapak ini.

“Dik, daripada pacaran sama dia mending adik pacaran sama bapak. Bapak lemah lembut loh. Gak seperti…”

“IH AMIT-AMIT. DASAR GILA!!!” Aku segera pergi meninggalkan tempat itu. Aku tak mempedulikan hujan yang semakin deras. Daripada harus bersama bapak-bapak Konslet itu.

Hehe. Ngomong-ngomong soal bapak tadi, aku pernah bertemu dengan model bapak macam gitu. Asli bikin kejang. 😂😂

Tak terasa kami sudah hampir sampai di rumah kakak. Hujan pun mulai reda. Aku tersenyum geli memikirkan imajinasi gilaku barusan.

Disporseni | Universitas Terbuka 2017

Diskusi Ilmiah Pekan Olah Raga dan Seni (Disporseni) Unit Pembelajaran Jarak Jauh (UPBJJ-UT) Wilayah Timur.

Disporseni Mahasiswa Universitas Terbuka 2017 dengan mengambil Tema

“Meningkatkan Sportifitas Untuk Membangun Kerjasama dan Disiplin Mahasiswa Universitas Terbuka Melalui Kegiatan DISPORSENI”

Yang diikuti oleh 13 Provinsi di Wilayah Timur Indonesia. Acara di selenggarakan pada hari Kamis, 12 Oktober 2017 bertempat di Gedung Asrama Haji Mataram.

Dengan diadakan Disporseni ini adalah sebagai ajang pengembangan bakat, minat dan penalaran mahasiswa. Selain itu, kegiatan ini juga untuk membangun silaturahmi dan kedekatan mahasiswa UT dari berbagai daerah.

Sambutan dari Rektor UT dan Bapak Gubernur NTB.

UT adalah skenario Tuhan untuk menyatukan NKRI

Bagaimana tidak. Universitas Terbuka adalah Universitas Negeri di Indonesia yang menerapkan sistem belajar terbuka dan jarak jauh. Sistem belajar ini terbukti efektif untuk meningkatkan daya jangkau dan pemerataan kesempatan pendidikan tinggi yang berkualitas bagi semua warga negara Indonesia, termasuk mereka yang tinggal di daerah-daerah terpencil, baik di seluruh nusantara maupun di berbagai belahan dunia.

Ini Seni! Jangan ngilu! :v

Halo gays. Malam ini sangat istimewa. Dapat kado paling menyakitkan dari sang kekasih.

Gue tadi curhat sama temen kalo gue lagi marahan sama Doi. Dia bilang kalo ini mungkin acara kejutan dari dia. Tapi bukan gays. Gue lagi marahan beneran. Hidup memang gak seindah sinetron ya gays. Ya ampun kenapa juga ya harus marahan di hari spesial ini. Mungkin bentar lagi gue akan jones nih. Ahhh menyakitkan tiap ingat kenangan indah bersamanya. Duh :v

Gue curhat di sini aja ya gak apa-apa, soalnya udah bingung banget nih curhat dimana lagi. Gak ada yang mau hibur juga. Tapi untung aja ada dua mahluk OBROLIN tadi buat gue senyum. Ya walaupun sedikit sih tapi ya lumayan buat hibur hati yang lagi galau ini.

Gue bisa melakukan apa saja jika patah hati. Seperti memotong tangan sendiri. Nah loh…

Selasa, 22 Agustus 2017

Mampir sini bentar! :v

Kalian terlalu sibuk meng- update tulisan di blog, sampai lupa kalau hari ini saya ulang tahun. Hehe.

Oh iya, ini ulang tahun saya yang ke-19 (yeey, makin dewasa). Semoga saja ya, tingkah ku nggak kekanan-kanakan lagi, nggak pemalas, dan makin rajin menulis.

Saya nggak berharap dapat banyak ucapan. Tapi syukur-syukur kalau ada salah satu blogger buatin saya puisi (dih, ngarep :v). kalau nggak ada ya, saya cuman minta doa kalian, semoga di umur saya yang mulai tua ini- ralat. Mulai dewasa ini, semoga otaknya pintar dan juga dipenuhi ide buat nulis. Cuman itu sih keinginan saya. Eh satu lagi, berhubung bentar lagi saya mau masuk kuliah (setelah libur beberapa bulan) dan bentar lagi akan ikut ujian ulang, saya minta doa kalian supaya saya dapat menjawab soal dengan lancar. Hehe.

Oke, Sambil menunggu teman-teman saya datang bawain makanan (Haha) saya mau ngisi waktu dengan menggambar. Berhubung saya suka dengan sesuatu yang berbau jepang-jepangan, saya menggambar character favorit saya di salah satu anime yang judulnya ‘Death a Live’.

Dengan berbekal pensil, penghapus, rautan dan selembar kertas ukuran 4A yang saya temukan di bawah kolong meja belajar saya, jadilah hasil gambar asal-asalan.

Teknik gambarnya simple saja, saya melihat objek dari hp kemudian mulai menggambar semuanya, tanpa ada yang terlewat sedikitpun. Dari hidung, mata, rambut harus dibuat semirip mungkin. :v

Awalnya pensilnya nggak sependek itu, tapi karena gambar tersebut butuh arsiran yang tebal maka pensilnya jadi pendek karena sering diraut terus menerus. :v

Oh iya, satu hal yang harus kalian tahu. Saya menggambar ini pada ultah saya yang lalu, wkwk. Sedangkan hasil gambar yang sekarang saya tinggalkan dikarenakan mood saya hilang gara-gara kuota internet menipis, dan harus belajar buat bekal ujian nanti. :v (duh, pusing)

Ini yang sekarang, suatu saat akan kulanjutkan. Wkwk

Ditulis pada : Selasa, 22 Agustus 2017

Salam penulis amatir :v

(JANGAN LUPA DOANYA)😁

Kendala Menulis (pengalaman pribadi) :v

Mungkin bagi penulis lain, menulis adalah kegiatan mudah dan menyenangkan. Serta menulis adalah kegiatan rutin yang wajib untuk dikerjakan dan merasa berdosa bila ditinggalkan. Mungkin bagi mereka hanya dengan melakukan kegiatan menulis, rasa jenuh dan bosan mereka akan hilang. Namun berbeda dengan saya, menulis adalah pekerjaan yang sulit. Saya sangat kesulitan merangkai kata-kata menjadi sebuah kalimat. Mungkin inilah akibat dari kurangnya membaca. Saya jadi kekurangan wawasan dan kurang pengetahuan. Otak saya buntu setiap memikirkan apa yang ingin saya tulis. Bahkan rencanya saya akan membuat sebuah Novel namun sedikitpun tak terpikirkan apa yang akan diceritakan di dalam Novel tersebut. Ini ibarat ingin berenang namun tidak bisa berenang.

Saya sering membaca cerita-cerita yang dibuat oleh anak-anak Indonesia. Mereka lebih muda dari saya namun tulisannya seolah-olah dibuat oleh para penulis handal. Sedangkan saya hanya berputar di itu-itu saja, tidak ada perkembangan dalam bakat menulis saya. Kadang saya iri pada mereka yang berhasil menarik para pembaca sampai ribuan. Entah kapan saya akan seperti itu.

Inilah penyebab saya yang selalu bermalas-malasan dan menghabiskan waktu, melewati begitu saja jadwal menulis saya. Kadang lebih menarik tidur daripada menulis. Entah bagaimana caranya agar menulis ini mejadi sebuah kegiatan rutin yang selalu ingin dikerjakan, anggaplah jadi sebuah candu. Dan jika saya tidak mengerjakannya, tubuh akan meriang dan hanya menulislah obatnya.

“Malas” kendala menulis yang paling besar

Setiap bangun tidur biasanya saya melamun dulu di atas Kasur sambil mikir ini itu. Memikirkan apa saja, piring yang belum dicuci, kuota internet habis, hari ini hari apa, saya mimpi apa tadi, eh, ini jam berapa. Yah begitulah setiap pagi, saya selalu malas-malasan, bahkan saya sering tidur lagi karena malas menjalani aktivitas yang itu-itu saja. Tidak ada suasana baru di rumah saya, bahkan di otak dan di hati saya. Sering ku berfikir untuk menulis lagi, namun setiap saya buka laptop, ide-ide hilang entah kemana, rasa ngantuk tiba-tiba, bawaannya saya ingin tidur dan gak berniat bangun lagi, saya mau hidup di Dunia mimpi saja. Karena di Dunia mimpi, apa-apa yang tidak saya alami di Dunia nyata terjadi di Dunia mimpi, seperti halnya cinta yang terbalas. Haha, di Dunia nyata saya gak pernah mengalami ini, dicintai balik oleh gebetan. Rasanya bahagia sekali. Eh, tapi aku kan gak punya gebetan, aku punya dia, iya, dia. Dia yang selalu buatku tersenyum dipagi hari, dia yang buatku tertawa ngakak bak orang gila kesurupan, pokoknya dia yang terbaik. Hehe. Siapa dia? KEPO. :v

“Stres” musuh terbesar

Apa itu stres? Stress adalah dimana keadaan jiwa seseorang yang sedang kacau, pikiran entah kemana, tubuh ikutan lemas, mungkin yang tidak bisa melawan kesetresannya bisa mati, baik itu mati bunuh diri atau lain sebagainnya. Stress, bisa menyerang siapa saja. Tak terkecuali saya. Saya sering sekali diserang stress, sehingga stress inilah yang menghambat pertumbuhan dan mengganggu pikiran saya setiap harinya. Saya tak bisa berpikir jernih gara-gara stress. Mungkin ini yang membuat saya malas untuk menulis. Entah bagaimana cara menghindari atau menghilangkan rasa stress yang sering sekali menyerang. Dengan jalan-jalan di sekitar rumah tidak mampu menghilangkan kesetresan saya. Mungkin lama-kelamaan stress ini akan membunuh saya. Sebelum semuanya terlambat, saya ingin cepat-cepat menghilangkannya.

“Diomelin” Astagaaa…

Pernah saat saya mulai asik menulis, mulai menikmati kata-kata yang saya rangkai, mulai senang dengan apa yang saya tulis, mulai berkonsentrasi. Eh tau-taunya saya diomelin sama emak. “Ernaaa, keluar, jangan dikamar terus, sapu halaman, cuci piring, ngepel lantai. Gak kasian ya sama emak harus ngerjain sendiri. Cepat keluar.”

Etdaah, giliran saya udah berkonsentrasi, ada saja kendalanya. Haduuuuh… pasti nantinya setelah selesai ngerain pekerjaan rumah, terus saya buka lagi tulisan saya, saya yakin ide di otak saya hilang. Oh Tuhan, apakah ini yang namanya cobaan.

Okeh deh, pesan saya. Sebelum mengerjakan tulisan Anda. Terlebih dahulu Anda harus mengerjakan pekerjaan rumah, jangan sampai Anda diomelin kayak saya. Dan bila perlu Anda mandi dan membersihkan tempat menulis Anda, jangan sampai kotor. Supaya saat menulis nanti pikiran Anda fresh. Udah, itu aja, berhubung emak saya udah ngomel-ngomel saya akan akhiri sebelum saya disiram. :v

Ditulis pada hari: Selasa, 15 Agustus 2017

Salam penulis amatir :v