Disporseni | Universitas Terbuka 2017

Diskusi Ilmiah Pekan Olah Raga dan Seni (Disporseni) Unit Pembelajaran Jarak Jauh (UPBJJ-UT) Wilayah Timur.

Disporseni Mahasiswa Universitas Terbuka 2017 dengan mengambil Tema

“Meningkatkan Sportifitas Untuk Membangun Kerjasama dan Disiplin Mahasiswa Universitas Terbuka Melalui Kegiatan DISPORSENI”

Yang diikuti oleh 13 Provinsi di Wilayah Timur Indonesia. Acara di selenggarakan pada hari Kamis, 12 Oktober 2017 bertempat di Gedung Asrama Haji Mataram.

Dengan diadakan Disporseni ini adalah sebagai ajang pengembangan bakat, minat dan penalaran mahasiswa. Selain itu, kegiatan ini juga untuk membangun silaturahmi dan kedekatan mahasiswa UT dari berbagai daerah.

Sambutan dari Rektor UT dan Bapak Gubernur NTB.

UT adalah skenario Tuhan untuk menyatukan NKRI

Bagaimana tidak. Universitas Terbuka adalah Universitas Negeri di Indonesia yang menerapkan sistem belajar terbuka dan jarak jauh. Sistem belajar ini terbukti efektif untuk meningkatkan daya jangkau dan pemerataan kesempatan pendidikan tinggi yang berkualitas bagi semua warga negara Indonesia, termasuk mereka yang tinggal di daerah-daerah terpencil, baik di seluruh nusantara maupun di berbagai belahan dunia.

Advertisements

Semua Tentang Kita (STK)

Cerita ini gue tulis untuk teman tercinta (Erma) semoga kau senang membacanya ya ^^

Terinspirasi dari fanfic yang gue baca dulu…. duluuu banget.

Chapter 1

Erma, Fikri dan Feny sedang asik menikmati makanannya di kantin. Namun kenikmatan itu berakhir ketika seisi kantin yang mayoritas perempuan teriak histeris.

“Woy, apaan sih?” Erma menggebrak meja karena makan siangnya diganggu.

“Waa, itu ma, itu…” Feny menarik-narik baju Erma.

“Kenapa sih lo?” Erma keheranan

Di meja paling pojok Jiko CS yang baru datang telah menghebohkan seisi kantin. Fans-fans Jiko CS berhamburan mengerumuni mereka.

“Kak Jiko, aku mau selfie ama kak Jiko. Mau ya kak?!” kata fans Jiko

“Enak aja, lo gak pantes ama kak Jiko, yang lebih pantes tu gue.” Kata fans Jiko yang lain.

“Enak aja, gue yang lebih pantes.”

“Woy, apaan sih ne? Minggir-minggir, ganggu pemandangan gue aja.” Jiko mendorong para penggemarnya. (Beuh sadiss)

“Kak Jiko… kak Jiko…” mereka teriak histeris.

“Apaan sih, minggir semua, minggir !” Eiji angkat bicara sambil menggubris mereka.

Jiko CS berjalan meninggalkan kantin, kantinpun kembali sepi.

“Siapa sih mereka, kayak artis aja pakai dikerumunin.” Kata Erma bengis.

“Ya ampun Erma, lo gak kenal mereka? Mereka tu populer di sekolah ini, apalagi ngeliat mereka tu, ya ampuuun… si Jiko ganteng, Eiji manis, Mufli cool, Zul imut.” Kata Feny sambil teriak gaje.

“Wey, Fen, sadar lo. Baru ngeliat orang kayak gitu aja.” kata Fikri menimpali.

“Udah ah, yok ke kelas!” ajak Erma.

“Yaelah, makanan gue belum abis.” Fikri protes.

“Iya, gue juga.” Lanjut Feny

“Siapa suruh kalian ngomong mulu, au ah, gue duluan.” Kata Erma sambil meninggalkan mereka.

*

Erma berjalan menaiki anak tangga.

“Yah, gue kenyang banget. Tu anak dua lelet ah, kalau ikut lomba makan gak menang deh mereka.” Erma cekikikan sendiri. Namun pada saat dia sedang asik berjalan santai sambil bergumam, tiba-tiba…. ‘cuiiiit … Bruuk!’ Erma nyungsep di jejeran bunga-bunga.

“AAAAAWWWWW.. SIALAAAAN.. SIAPA ETOO?!” Erma mengerang bak Harimau ngamuk.

Tampak di sana Jiko CS tengah terbahak-bahak melihat Erma yang tadi didorongnya dan mereka malah terus berjalan.

“Eh, tuyul sialan, sini lo ya, kayak gak punya Dosa, sini lo!” Erma marah-marah

“Oh.” Kata Jiko singkat

Erma jengkel melihat sikap Jiko lalu dia bangkit dan mendorong Jiko.

“Eh, dasar lo ya. Cowok sok perpect, jangan belagu deh lo. Maksud lo apaan dorong-dorong gue?! Hah!” Erma marah besar

“Woy, siapa lo berani marahin gue? Ratu sejagat aja nggak berani marah depan gue. Dan elo , muka kampungan gitu berani marah-marah depan gue. Siapa lo?” kata Jiko sambil menoyor Jidat Erma

“Eh lo. Berani lo ama gue. Hah?”

Eiji, Zul dan Mufli tertawa melihat tingkah Erma.

“Jik, lo pacarin aja dia, lumayan cantik, Jik.” Kata Mufli

“Gue gak level sama cewek kayak gini. Yang ada gue pengin kutuk nih cewek karna telah berani marah-marah depan gue.” Timpal Jiko

“Iuuh,, amit-amit, gue lebih gak level ama cowok macam lo. Dih, ogah. Cih! Cowok berengsek.”

“Udah ah, ayo bro. jangan ladenin cewek kayak gini. Yang ada kita gila kalo lama-lama di sini.” Jiko CS meninggalkan Erma

“Bilang aja lo takut ama gue. Wuuuuuu.” Erma jengkel. “Huh, dasar cowok sialan.” Erma melanjutkan perjalanannya. Di kelas Erma bercerita tentang apa yang dialaminya tadi ke kedua sahabatnya.

“Gue kesel banget Fen. Fik! Rasanya gue pengin bunuh mereka. Ya ampun, sumpah, apalagi ama Jiko itu. Iih, gue pengin kubur dia idup-idup.” Kata Erma sambil meremas-remas kertas

“Hahaha, sabar, Ma. Ga usah ambil hati. Mereka memang kayak gitu.” Kata Fikri

“Apa? Siapa coba yang gak marah didorong kayak gitu, ampe gue jatuh woy, jatooh!” Erma geregetan

“Udah, Ma, udah. Eh, emang lo ketemu mereka di mana, Ma. Ih, pasti mereka ganteng-ganteng kan, iya kan, Ma?” kata Feny antusias disertai dengan menggoyang-goyangkan tubuh Erma.

“Ehhh.. udah deh ga usah lebay. Mereka biasa aja, dan yang gue lihat mereka semua kayak curut.” Kata Erma sambil menyobek-nyobek kertas yang tadi diremasnya.

Obrolan mereka terhenti ketika Bu Erna, guru Bahasa Inggris, memasuki kelas.

“Yak, semuanya. Kumpulin PR kalian!” perintah Bu Erna

“Fen, lo liat kertas PR gue gak?” tanya Erma

“Ga liat tuh.” Kata Feny yang baru balik dari meja Bu Erna.

“Fik, lo liat kertas PR gue gak?” tanya Erma lagi sambil mengangkat barang-barang yang menurut dia cocok untuk persembunyian seonggok kertas.

“Gak tau ,Ma. Emang lo taruh di mana?” tanya Fikri polos

“Gue taruh di sini Fik, kok ga ada ya.” Erma kebingungan

“Itu apa, Ma?” tanya fikri sambil nunjuk sobekan-sobekan kertas di kolong meja

“Astaga. PR gue, ya ampun, bagaimana ini.” Erma panik Fikri mengingat adegan Erma meremas dan merobek kertas saat Erma kesal tadi.

“Lah elu sih, napa pakai acara robek-robek kertas segala. Dan sekarang siap-siap deh lu kena marah bu Erna.

“Aduh, mati gue.” Erma tambah panik

“Siapa lagi yang belum?” tanya Bu Erna. Bu Erna melihat ke arah Erma.

“Erma, mana PR kamu?” “Emm, anu.. itu bu.. anu▁”

“MANA!” bentak Bu Erna

“Anu bu.”

“Kalau ngomong yang jelas, anu anu.. cepat keluar!” perintah Bu Erna

Erma hanya bisa pasrah dan menuruti perintah Bu Erna.

Erma berdiri lemah di lapangan, terik matahari membuat dia mengeluarkan banyak keringat.

“Apes banget sih gue.” Kata Erma

Di koridor tak jauh dari lapangan tampak Jiko dan kawan-kawan tengah berjalan.

“Bro, bro, itu cewek aneh yg kita temui tadi kan?”

“Mana?” tanya mereka bersamaan

“Itu, yang berdiri di lapangan.”

“Iya Jik,” kata Mufli

“Kerjain yok brother!” Jiko tersenyum nakal

“Yok.”

“Cabooot.” Jiko CS berjalan mengampiri Erma yang mulai kelelahan.

“Hay cewek, lagi ngapain? Lagi dihukum ya? Haha, rasain lo, nakal sih lo ama gue, jadi lo kena kutukan dari gue deh. Hahaha.”

Mereka semua tertawa.

“Apa lo?! Berani lo ya!” kata Erma geram

“Huu.. Takuuuut.. hahaha.” Mereka tertawa Erma jengkel melihat tingkah Jiko, lalu menonjok perut Jiko.

“Aww.” Jiko mengerang kesakitan.

“Bro, gak papa kan lo bro?” tanya Mufli

“Matamu ga papa. Pegangin tuh cewek gila. Cepat!” Jiko marah

“We, apa-apaan ini. Lepasin gue, lepasin!” Erma memberontak

“Mufli, bantuin mereka!” perintah Jiko

“Lepasin gue!” Erma terus memberontak

Jiko mulai berjalan mendekati Erma. Dia benar-benar marah, ia menarik rambut Erma.

“Eh, dengerin ya, lo jangan macam-macam ama gue, lo mau gue injek-injek hah?!” kata Jiko

“Lepasin gue, gue gak takut sama lo, lepasin!” Erma mengamuk

“Sekali lagi gue bilangin sama lo, elo jangan macam-macam sama gue.” Jiko semakin menjambak erat rambut Erma.

“Aww, lepasin rambut gue, aww.” Erma mengerang kesakitan. Dia tidak tahan dan menendang kaki Jiko hingga Jiko kehilangan keseimbangan, dan ‘BRUKK’, Jiko terjatuh.

Eiji, Mufli, dan zul tertawa. Jiko semakin marah . Ia bangkit dan lansung menampar Erma. Erma tertunduk kesakitan.

“Maksud kalian apa sih gangguin gue, puas kalian liat gue kayak gini. Puas? Hah!” Erma menangis

Jiko tampak menyesal menampar Erma, baru kali ini dia menampar seorang perempuan.

“Bro, lepasin dia. Yuk cabut!” Mufli, Eiji dan Zul melepaskan Erma, kemudian mereka berjalan meninggalkan Erma.

“Hiks, hiks, hiks.” Erma menangis kesakitan Bel pulang berkumandang.

Erma masih tertunduk lesu di lapangan. Para murid berhamburan. Feny dan Fikri menghampiri Erma. Mereka bingung karena sudah mendapati Erma menangis di lapangan.

“Ma, lu kenapa nangis?” tanya Feny.

Erma hanya menggelengkan kepala.

“Ke kelas , Ma. Di sini panas sekali.” Ajak Fikri Mereka berjalan menuju kelas.

Erma menceritakan apa yang dialaminya tadi.

“Ini ga bisa dibiarin.” Kata Fikri

“Iya Fik, gue sangat benci mereka. Mereka selalu gangguin gue, gue nggak ngerti, salah gue apa?” kata Erma sambil nangis

“Udah ,Ma, nanti kita balas mereka, lo ga usah nangis lagi.” Fikri memberikan tisu

“Mending ga usah di bales, biarin aja mereka.” Kata Feny

“Eh, lo belain mereka atau sahabat lo sih?” Sanggah Fikri

“Gue ga tau.” Feny berjalan keluar kelas

“Wey Fen, lo mau kemana?”

“Ya pulanglah, kalian ga pulang?”

“PULANG.”

Yup, segini aja dulu Ma. Mungkin beberapa menit lagi atau beberapa jam atau beberapa hari tergantung cuaca dan kondisi, akan gue publikasikan lagi. Tunggu ya. Soalnya kalau nulis di sini harus diedit dulu, karena kalau gak diedit tulisannya bertumpuk-tumpuk dan tidak rapi. Alasan gue gak nulis di facebook dan milih nulis di sini biar ceritanya awet aja. Eh jadi curhat kan. Yaudah deh.

Tugas- ralat. Maksud gue TUGAS

Tugas oh tugas.

Baru masuk kuliah sudah dihidangin banyak tugas guys. Gue sampai bingung mau ngerjain yang mana saking banyaknya. :v

Dari semua mata kuliah pasti dikasi tugas. Please pak Tutor. Jangan paksakan, lagian ini kan minggu pertama masuk kuliah masak udah dikasih tugas. Mending dikasih tips atau motivasi kek, minsalnya cara ngobatin hati yang galau. Ini Mahasiswanya lagi galau malah dikasih persoalan lagi. Kan tambah galau jadinya. (perasaan galau mulu deh. Masa? Bodo amat) gak jelas, dasar!!! :v

Oh iya guys, gue akhirnya berhasil melewatkan moment mengerikan dimana gue harus menjawab persoalan pak komputer (dibaca : Remidi) :v

Akhirnya gue bisa nulis dengan tenang walaupun gak tenang-tenang amat, karena selalu dapat bisikan gaib dari suara buku-buku yang menurut gue mengerikan. “Ernaaa… baca gueee… bacaaaa… bacaaa gueeee…” Suara itu yang selalu hatuin gue sesaat menjelang tidur. Gimana mau baca, wong judul bukunya ngeri-ngeri. Belum lagi isinya, susah dipahami kayak gue. :v

Oh iya, pagi-pagi gue udah dapat ucapan selamat pagi dari sang buku, bukan dari sang kekasih. :v

Gue harus menjawab persoalan dari mereka -para buku. Mumpung ini masih pagi, otak masih seger mending gue ngerjain tugas saja sebelum bertumpuk-tumpuk. :v

Okeh gue harus akhiri kegajean gue. Sampai jumpa guys, selamat menjalani aktivitas. 😄

Ditulis : Selasa, 05 September 2017

Salam penulis amatir :v

Ini Seni! Jangan ngilu! :v

Halo gays. Malam ini sangat istimewa. Dapat kado paling menyakitkan dari sang kekasih.

Gue tadi curhat sama temen kalo gue lagi marahan sama Doi. Dia bilang kalo ini mungkin acara kejutan dari dia. Tapi bukan gays. Gue lagi marahan beneran. Hidup memang gak seindah sinetron ya gays. Ya ampun kenapa juga ya harus marahan di hari spesial ini. Mungkin bentar lagi gue akan jones nih. Ahhh menyakitkan tiap ingat kenangan indah bersamanya. Duh :v

Gue curhat di sini aja ya gak apa-apa, soalnya udah bingung banget nih curhat dimana lagi. Gak ada yang mau hibur juga. Tapi untung aja ada dua mahluk OBROLIN tadi buat gue senyum. Ya walaupun sedikit sih tapi ya lumayan buat hibur hati yang lagi galau ini.

Gue bisa melakukan apa saja jika patah hati. Seperti memotong tangan sendiri. Nah loh…

Selasa, 22 Agustus 2017

Mampir sini bentar! :v

Kalian terlalu sibuk meng- update tulisan di blog, sampai lupa kalau hari ini saya ulang tahun. Hehe.

Oh iya, ini ulang tahun saya yang ke-19 (yeey, makin dewasa). Semoga saja ya, tingkah ku nggak kekanan-kanakan lagi, nggak pemalas, dan makin rajin menulis.

Saya nggak berharap dapat banyak ucapan. Tapi syukur-syukur kalau ada salah satu blogger buatin saya puisi (dih, ngarep :v). kalau nggak ada ya, saya cuman minta doa kalian, semoga di umur saya yang mulai tua ini- ralat. Mulai dewasa ini, semoga otaknya pintar dan juga dipenuhi ide buat nulis. Cuman itu sih keinginan saya. Eh satu lagi, berhubung bentar lagi saya mau masuk kuliah (setelah libur beberapa bulan) dan bentar lagi akan ikut ujian ulang, saya minta doa kalian supaya saya dapat menjawab soal dengan lancar. Hehe.

Oke, Sambil menunggu teman-teman saya datang bawain makanan (Haha) saya mau ngisi waktu dengan menggambar. Berhubung saya suka dengan sesuatu yang berbau jepang-jepangan, saya menggambar character favorit saya di salah satu anime yang judulnya ‘Death a Live’.

Dengan berbekal pensil, penghapus, rautan dan selembar kertas ukuran 4A yang saya temukan di bawah kolong meja belajar saya, jadilah hasil gambar asal-asalan.

Teknik gambarnya simple saja, saya melihat objek dari hp kemudian mulai menggambar semuanya, tanpa ada yang terlewat sedikitpun. Dari hidung, mata, rambut harus dibuat semirip mungkin. :v

Awalnya pensilnya nggak sependek itu, tapi karena gambar tersebut butuh arsiran yang tebal maka pensilnya jadi pendek karena sering diraut terus menerus. :v

Oh iya, satu hal yang harus kalian tahu. Saya menggambar ini pada ultah saya yang lalu, wkwk. Sedangkan hasil gambar yang sekarang saya tinggalkan dikarenakan mood saya hilang gara-gara kuota internet menipis, dan harus belajar buat bekal ujian nanti. :v (duh, pusing)

Ini yang sekarang, suatu saat akan kulanjutkan. Wkwk

Ditulis pada : Selasa, 22 Agustus 2017

Salam penulis amatir :v

(JANGAN LUPA DOANYA)😁

Kendala Menulis (pengalaman pribadi) :v

Mungkin bagi penulis lain, menulis adalah kegiatan mudah dan menyenangkan. Serta menulis adalah kegiatan rutin yang wajib untuk dikerjakan dan merasa berdosa bila ditinggalkan. Mungkin bagi mereka hanya dengan melakukan kegiatan menulis, rasa jenuh dan bosan mereka akan hilang. Namun berbeda dengan saya, menulis adalah pekerjaan yang sulit. Saya sangat kesulitan merangkai kata-kata menjadi sebuah kalimat. Mungkin inilah akibat dari kurangnya membaca. Saya jadi kekurangan wawasan dan kurang pengetahuan. Otak saya buntu setiap memikirkan apa yang ingin saya tulis. Bahkan rencanya saya akan membuat sebuah Novel namun sedikitpun tak terpikirkan apa yang akan diceritakan di dalam Novel tersebut. Ini ibarat ingin berenang namun tidak bisa berenang.

Saya sering membaca cerita-cerita yang dibuat oleh anak-anak Indonesia. Mereka lebih muda dari saya namun tulisannya seolah-olah dibuat oleh para penulis handal. Sedangkan saya hanya berputar di itu-itu saja, tidak ada perkembangan dalam bakat menulis saya. Kadang saya iri pada mereka yang berhasil menarik para pembaca sampai ribuan. Entah kapan saya akan seperti itu.

Inilah penyebab saya yang selalu bermalas-malasan dan menghabiskan waktu, melewati begitu saja jadwal menulis saya. Kadang lebih menarik tidur daripada menulis. Entah bagaimana caranya agar menulis ini mejadi sebuah kegiatan rutin yang selalu ingin dikerjakan, anggaplah jadi sebuah candu. Dan jika saya tidak mengerjakannya, tubuh akan meriang dan hanya menulislah obatnya.

“Malas” kendala menulis yang paling besar

Setiap bangun tidur biasanya saya melamun dulu di atas Kasur sambil mikir ini itu. Memikirkan apa saja, piring yang belum dicuci, kuota internet habis, hari ini hari apa, saya mimpi apa tadi, eh, ini jam berapa. Yah begitulah setiap pagi, saya selalu malas-malasan, bahkan saya sering tidur lagi karena malas menjalani aktivitas yang itu-itu saja. Tidak ada suasana baru di rumah saya, bahkan di otak dan di hati saya. Sering ku berfikir untuk menulis lagi, namun setiap saya buka laptop, ide-ide hilang entah kemana, rasa ngantuk tiba-tiba, bawaannya saya ingin tidur dan gak berniat bangun lagi, saya mau hidup di Dunia mimpi saja. Karena di Dunia mimpi, apa-apa yang tidak saya alami di Dunia nyata terjadi di Dunia mimpi, seperti halnya cinta yang terbalas. Haha, di Dunia nyata saya gak pernah mengalami ini, dicintai balik oleh gebetan. Rasanya bahagia sekali. Eh, tapi aku kan gak punya gebetan, aku punya dia, iya, dia. Dia yang selalu buatku tersenyum dipagi hari, dia yang buatku tertawa ngakak bak orang gila kesurupan, pokoknya dia yang terbaik. Hehe. Siapa dia? KEPO. :v

“Stres” musuh terbesar

Apa itu stres? Stress adalah dimana keadaan jiwa seseorang yang sedang kacau, pikiran entah kemana, tubuh ikutan lemas, mungkin yang tidak bisa melawan kesetresannya bisa mati, baik itu mati bunuh diri atau lain sebagainnya. Stress, bisa menyerang siapa saja. Tak terkecuali saya. Saya sering sekali diserang stress, sehingga stress inilah yang menghambat pertumbuhan dan mengganggu pikiran saya setiap harinya. Saya tak bisa berpikir jernih gara-gara stress. Mungkin ini yang membuat saya malas untuk menulis. Entah bagaimana cara menghindari atau menghilangkan rasa stress yang sering sekali menyerang. Dengan jalan-jalan di sekitar rumah tidak mampu menghilangkan kesetresan saya. Mungkin lama-kelamaan stress ini akan membunuh saya. Sebelum semuanya terlambat, saya ingin cepat-cepat menghilangkannya.

“Diomelin” Astagaaa…

Pernah saat saya mulai asik menulis, mulai menikmati kata-kata yang saya rangkai, mulai senang dengan apa yang saya tulis, mulai berkonsentrasi. Eh tau-taunya saya diomelin sama emak. “Ernaaa, keluar, jangan dikamar terus, sapu halaman, cuci piring, ngepel lantai. Gak kasian ya sama emak harus ngerjain sendiri. Cepat keluar.”

Etdaah, giliran saya udah berkonsentrasi, ada saja kendalanya. Haduuuuh… pasti nantinya setelah selesai ngerain pekerjaan rumah, terus saya buka lagi tulisan saya, saya yakin ide di otak saya hilang. Oh Tuhan, apakah ini yang namanya cobaan.

Okeh deh, pesan saya. Sebelum mengerjakan tulisan Anda. Terlebih dahulu Anda harus mengerjakan pekerjaan rumah, jangan sampai Anda diomelin kayak saya. Dan bila perlu Anda mandi dan membersihkan tempat menulis Anda, jangan sampai kotor. Supaya saat menulis nanti pikiran Anda fresh. Udah, itu aja, berhubung emak saya udah ngomel-ngomel saya akan akhiri sebelum saya disiram. :v

Ditulis pada hari: Selasa, 15 Agustus 2017

Salam penulis amatir :v

Hal-hal Yang Tidak disukai Wanita

Pematung, 31 Juli 2017

AUTHOR:

Brother saya sendiri… simak baik-baik 😂

(Kusumawardani)

Wanita adalah sosok yang sangat mengagumkan. Sosok yang bisa menentramkan hati laki- laki. Wanita merupakan salah satu perhiasan dunia yang paling indah. Terlebih jika sifat – sifatnya dihiasi dengan akhlak mulia, maka akan menambah keindahan dirinya.

Sifat- sifat itu seperti penyabar, lemah lembut , penyayang dan berbagai sifat terpuji lainnya. Karena saya merasa tertarik dengan seorang wanita, akhirnya saya mencoba untuk mengetahui seluk beluk wanita. Berupaya untuk mengilmui sebelum mendekatinya. Akhirnya saya memutuskan untuk melakukan pengamatan pribadi.

Sebenarnya saya sudah membaca beberapa artikel tentang hal apa saja yang tidak disukai wanita dari sikap laki- laki yang dicintainya, namun saya belum puas jika belum membuktikannya secara langsung. Tujuannya sih sederhana yakni hanya sekedar ingin tahu sikap wanita terhadap laki- laki yang dicintainya. Sehingga saya merumuskan sebuah masalah apa saja sih sikap- sikap yang tidak disukai wanita dari laki- laki yang dicintainya. Kemudian saya terjun langsung, melakukan pengamatan dengan berbagai macam metode mulai dari bertanya secara langsung ke pihak wanita dan mengamati orang- orang bahkan sampai turun tangan langsung. Hasilnya saya mendapatkan beberapa sikap laki- laki yang tidak disukai oleh wanita. Sebenarnya sih masih banyak, akan tetapi karena keterbatasan waktu pengamatan maka Cuma beberapa yang saya sebutkan disini.

wanita tidak menyukai laki- laki yang bawel, cerewet dan banyak bertanya.

Wanita tidak suka jika masa lalunya terus diungkit dan dipermasalahkan.

Wanita tidak suka dicuekin dan didiemin, mereka ingin selalu diperhatikan

Wanita tidak suka dibanding- bandingkan dengan wanita lain

Wanita tidak suka kepada laki- laki yang selalu membahas wanita lain didepannya

Wanita paling benci jika laki- laki tidak sampai angkat telpon, bahkan ketika panggilannya sampai ditolak atau saat hpnya tidak aktif, rasanya mereka pengen banting hp

Wanita paling kesel jika sms nya yang panjang lebar dibalas oleh pihak lelaki dengan kata- kata singkat misalkan Oow, apalagi Cuma huruf o, huruf kecil lagi. Nah kalo sudah begini pasti di balas dengan huruf Y besar. Itu tandanya dia sedang kesel.

Wanita terkadang tidak suka laki- laki yang sebentar- bentar mengumbar perasaanya, mengatakan I LOVE U berkali- kali.

Wanita tidak suka ketika marah didiemin tanpa di bujuk kembali, biasanya wanita akan reda marahnya jika laki- laki mengeluarkan kata maaf

Namun setelah saya tau , bahwa wanita paling benci laki- laki yang hanya mendekatinya untuk dijadikan objek penelitian. Pada saat itu saya memutuskan untuk mengakhiri pengamatan karena saya tidak mau menerima resiko yang lebih besar lagi. Sehingga didapatkanlah beberapa hasil dari pegamatan selama ini yang mana ini semua merupakan sikap laki- laki yang tidak disukai wanita. Perlu diketahui bahwa respon setiap wanita itu berbeda- beda, jadi ini tidak mewakili seluruhnya.

Sekian semoga bermanfaat

Ayo Membaca!

Membaca adalah aktivitas yang membosankan bagi sebagian orang, tak terkecuali saya, tetapi sebagian yang lain kegiatan membaca adalah aktivitas yang mengasyikkan terutama bagi anak muda yang lagi kasmaran seperti membaca status orang di facebook, komik, apalagi saat membaca sms dari kekasihnya, berani jamin pasti senyum- senyum sendiri.

Kegiatan membaca merupakan sesuatu yang amat bermanfaat untuk semua orang. Karena dengan membaca kita akan membuka cakrawala berpikir, dengan membaca juga akan menambah wawasan dan juga kita dapat mengetahui sesuatu yang belum kita tahu sebelumnya. Agama saya juga memerintahkan kita untuk membaca. Tidaklah Al Qur’an diturunkan melainkan perintah yang pertama kali untuk dilakukan adalah membaca. Hal ini sebagaimana tertulis di dalam surat Al Alaq ayat satu berbunyi “ IQRA” ( bacalah ), maka membaca merupakan sesuatu yang sangat agung. Tidaklah seseorang yang menyia-nyiakan membaca melainkan akan ditimpa sesuatu kejahilan. Wadeeeew mulai ceramah.

Hehe Jadi jangan pernah tinggalkan hari- harimu tanpa membaca, walaupun hanya satu kalimat. Jangan beralasan karena tidak ada buku yang harus dibaca. Membaca tidak mesti harus dengan buku pelajaran di sekolah. Banyak kok yang bisa dibaca seperti artikel, koran dan berbagai tulisan lainnya. Kita juga bisa membaca kemasan suatu produk, dapat mengetahui bahan- bahan suatu produk makanan, sekalian juga dapat menambah kosa kata bahasa Inggris. Misalkan komposisi : ingredients, gula : sugar, garam : salt dll. Mudahkan makanya jangan malas untuk membaca. Tak terlebih terutama untuk kalangan mahasisawa. Seharusnya membaca adalah menjadi kegiatan utama bagi para mahasiswa dan seharusnya menjadi kebutuhan. Dosen mikrobiologi saya pernah berkata mahasiswa yang tidak membaca adalah mahasiswa yang paling aneh (Mr. Faturrahman). Perkataan dosenku benar adanya, mahasiswa adalah seorang intelek dan harus memiliki banyak wawasan, tapi bagaimana kita mau berwawasan jika kita tidak pernah membaca buku, apalagi untuk membaca, ini memegangnya saja tidak pernah bagaimana kita mau pintar. Kita ingin pandai dan mendapatkan nilai terbaik dikampus tetapi membacanya saja sehari sebelum ujian, tak pelak sistem membacanya adalah SKS ( Sistem Kebut Semalam). Jika seandainya buku itu bisa bicara niscaya dia akan berkata: “untuk apa kamu membeliku, untuk apa kamu mencopyku, pada akhirnya aku harus berada di rak, bertumpuk- tumpuk dan tertutup oleh debu, apa kamu tidak mau mengambil ilmu dariku, tidakkah kamu memanfaatkanku, sungguh kamu telah menzolimiku”, nah apa kamu tidak merinding dengan perkataannya yang ngeri itu. Jika kamu merasa telah menzolimi buku bertumpuk- tumpuk yang telah usang di mejamu maka mulai sekarang mari kita membaca.

***

Menulis adalah hal yang mengasyikkan jika sudah terbiasa, tulislah apa yang kamu lihat, apa yang kamu dengar, apa yang kamu rasakan dan pikirkanlah dengan pertimbangan matang jika yang kamu tulis akan memberikan manfaat bagi orang lain. Kita semua akan mati, pergi meninggalkan dunia ini, tapi sudahkah anda meninggalkan jejak untuk dikenang oleh orang lain. Jejak yang akan membuat orang terus menyebut namamu dari generasi ke genersi. Jika belum ada. Salam untuk pembaca dan penulis.

Post by : KusumawarDhanie

Kekalik, 31 Agustus

Mengapa Saya Menulis/membuat Blog?

Alasannya, karena ingin mewujudkan impian mulia saya, menjadi seorang penulis. Hayoo siapa yang mau jadi penulis? Angkat kaki… :v

Kenapa mau jadi penulis, padahal banyak propesi yang lebih menarik dari menulis?

Saya adalah tipe orang yang jarang bicara dan lebih banyak menyimpannya di dalam hati. Daripada saya pendam sendiri di dalam hati, lebih baik saya tuangkan menjadi sebuah tulisan dan dibaca oleh semua orang.

Orang-orang punya berbagai cara bukan buat mewujudkan impian mereka? Nah tidak terkecuali saya, saya adalah orang yang tidak mau kalah dengan kondisi. Saya tidak mau duduk diam tanpa mengerjakan apa-apa. Jujur saya orangnya sangat pemalas (jangan ditiru). Mau nulis saja susahnya minta ampun, harus berjuang matian-matian untuk bangkit dari tempat tidur dan melawan rasa kantuk yang sering menggerogoti kehidupan saya. Namun sebelum itu, saya cepat-cepat mengambil tindakan dengan cara membuat Blog ini.

Selain penulis ada nggak cita-cita yang lain?

Selain menulis, saya suka sekali menggambar dan melukis. Bila ada waktu kosong, kalau nggak ngebo saya sering mengisi waktu dengan menggambar. Saya sudah senang menggambar dari kecil. Waktu itu Ibu bapak saya sering memuji karya saya, itulah yang membuat saya bersemangat (Yah, walaupun gambar saya biasa-biasa aja -_-). Oh iya, selain Penulis saya punya cita-cita lain, menjadi seorang Arsitek. Bisa gak ya? Bisa-bisain aja. Amiin…

Yah begitulah alasan saya membuat blog ini. Saya seorang pemula, sayapun tak punya pembaca. Semoga saya cepat-cepat mempunyai pembaca setia yang selalu menunggu karya-karya saya seperti saya menunggu karya penggemar saya. :v

Ditulis pada : Minggu, 30 Juli 2017

Salam penulis amatir.

Erna Kurniawati

(Ayo Tinggalkan Jejak!!!)😀